Napak Tilas Sejarah Banten (Road to Banten Museum)Banten merupakan salah satu propinsi termuda di Indonesia yang memiliki banyak obyek wisata sejarah menarik. Mengingat nama Banten berarti mengingat kejayaan dan keemasan Islam abad XVI-XVII, dimana Banten saat itu merupakan kota metropolis yang banyak disinggahi para pedagang dari berbagai negara didunia seperti Gujarat, Arab, Persia, Belanda, Cina, Jepang, Denmark, Portugis dan lain-lain. Berdasarkan sumber sejarah berupa tulisan-tulisan orang-orang Portugis seperti Tome Pires, dan para pedagang Belanda yang mengunjungi Banten sejak akhir abad ke-16 dan abad ke-17 (semuanya sumber tertulis yang telah dipublikasikan), seorang sejarawan Prof. Anthony Reid secara komparatif berhasil menampilkan ciri-ciri dari emporium-emporium di Asia Tenggara, termasuk Banten. Masyarakat Banten umumnya penganut agama Islam yang taat dan memiliki akar budaya kuat.
Untuk mengenang masa keemasan Banten masa lalu, penulis ditemani seorang hawa melakukan perjalanan napak tilas tepatnya tanggal 21 Mei 2009. Karena katerbatasan waktu, perjalanan ini hanya tertuju pada pusat pemerintahan Kesultanan Banten yaitu kompleks Banten Lama (Surosowan). Banten Lama atau Surosowan adalah situs yang berkelanjutan. Di sana ada peradaban prasejarah dan berlanjut ke zaman klasik (Hindu-Budha), lalu beralih ke kebudayaan Islam pada abad ke-16. Selain Surosowan, Banten Lama juga masih menyisakan keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, Klenteng Kwan Im Hud Cow dan Masjid Agung Banten. Nama Keraton Kaibon yang dibangun pada tahun 1815 ini
diambil dari kata keibuan. Pada waktu itu, sultan ke 21 yaitu Sultan Syafiuddin masih sangat belia sehingga pemerintahan dijalankan oleh ibundanya, Ratu Aisyah.
Dari perjalanan yang cukup singkat tersebut kami bersyukur dapat mengenang akan kejayaan masa lalu Kesultanan Banten. Banyak sekali objek-objek disana yang dapat kami jadikan sebagai pelajaran dimasa yang akan datang. Dibawah ini merupakan potret jejak kejayaan masa lalu Banten yang dapat dilihat hingga saat ini.
Gambar 1. Pesona Meriam "Ki Amuk"
Gambar 2. Lukisan yang menggambarkan Banten pada masa VOC
Gambar 3. Koin mata uang yang digunakan masyarakat Banten dalam melakukan transaksi perdagangan (terdiri dari koin VOC, China, Jepang, Kesultanan dll)
Gambar 4. Lukisan yang mengambarkan kebiasaan masyarakat Banten ketika sedang bermain sepak bola


Gambar 5. Senjata Tradisional yang digunakan masyarakat Banten dalam menentang VOC
Gambar 6. Meriam milik VOC
Gambar 7. Kalo ga salah Prasasti dari India hehe...(menunjukkan bahwa Banten telah berhubungan dengan bangsa lain)
Gambar 8. Pakaian khas adat Kesultanan Banten

Gambar 9. Alat musik tradisional Banten
Gambar 10. Rumah adat masyarakat Baduy beserta penduduk asli kanekes yang telah terkena efek Globalisasi hehehe...!!!
Gambar 11. Lukisan ilustrasi mengenai kegiatan dan hasil kerajinan masyarakat Kesultanan Banten

Gambar 12. Pecahan-pecahan keramik yang ditemukan disekitar kompleks Kesultanan Banten
(disinyalir keramik ini berasal dari Cina dan Jepang)
Gambar 13. Gambar ilustrasi mengenai latihan perang yang dilakukan pada masa Kesultanan Banten
Gambar 14. Sultan Of Bantam
Untuk mengenang masa keemasan Banten masa lalu, penulis ditemani seorang hawa melakukan perjalanan napak tilas tepatnya tanggal 21 Mei 2009. Karena katerbatasan waktu, perjalanan ini hanya tertuju pada pusat pemerintahan Kesultanan Banten yaitu kompleks Banten Lama (Surosowan). Banten Lama atau Surosowan adalah situs yang berkelanjutan. Di sana ada peradaban prasejarah dan berlanjut ke zaman klasik (Hindu-Budha), lalu beralih ke kebudayaan Islam pada abad ke-16. Selain Surosowan, Banten Lama juga masih menyisakan keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, Klenteng Kwan Im Hud Cow dan Masjid Agung Banten. Nama Keraton Kaibon yang dibangun pada tahun 1815 ini
diambil dari kata keibuan. Pada waktu itu, sultan ke 21 yaitu Sultan Syafiuddin masih sangat belia sehingga pemerintahan dijalankan oleh ibundanya, Ratu Aisyah.
Dari perjalanan yang cukup singkat tersebut kami bersyukur dapat mengenang akan kejayaan masa lalu Kesultanan Banten. Banyak sekali objek-objek disana yang dapat kami jadikan sebagai pelajaran dimasa yang akan datang. Dibawah ini merupakan potret jejak kejayaan masa lalu Banten yang dapat dilihat hingga saat ini.
Gambar 1. Pesona Meriam "Ki Amuk"
Gambar 2. Lukisan yang menggambarkan Banten pada masa VOC
Gambar 3. Koin mata uang yang digunakan masyarakat Banten dalam melakukan transaksi perdagangan (terdiri dari koin VOC, China, Jepang, Kesultanan dll)
Gambar 4. Lukisan yang mengambarkan kebiasaan masyarakat Banten ketika sedang bermain sepak bola

Gambar 5. Senjata Tradisional yang digunakan masyarakat Banten dalam menentang VOC
Gambar 6. Meriam milik VOC
Gambar 7. Kalo ga salah Prasasti dari India hehe...(menunjukkan bahwa Banten telah berhubungan dengan bangsa lain)
Gambar 8. Pakaian khas adat Kesultanan Banten
Gambar 9. Alat musik tradisional Banten
Gambar 10. Rumah adat masyarakat Baduy beserta penduduk asli kanekes yang telah terkena efek Globalisasi hehehe...!!!
Gambar 11. Lukisan ilustrasi mengenai kegiatan dan hasil kerajinan masyarakat Kesultanan Banten
Gambar 12. Pecahan-pecahan keramik yang ditemukan disekitar kompleks Kesultanan Banten(disinyalir keramik ini berasal dari Cina dan Jepang)
Gambar 13. Gambar ilustrasi mengenai latihan perang yang dilakukan pada masa Kesultanan Banten
Gambar 14. Sultan Of Bantam
0 komentar:
Poskan Komentar