LAMER, mei/22/08
Lamer, sebuah kos-kosan yang penuh sejarah, kisah, dan kenangan yang ta’kan usang termakan waktu. Yang dihuni oleh para penyamun “kata seorang teman”.
Jam di hp usang yang sudah tidak sedap dipandang mata menunjukan pukul 05.00 WIB, selamat datang pagi yang indah. Udara menusuk tulang-tulang rusuk pemberian Tuhan yang paling berharga, karna darisana akan tercipta makhluk Tuhan yang akan menghiasi hari-hariku sampai aku dibawa berarak menuju liang lahat, menuju suatu keabadian yang indah.
Sudah empat hari ini aku dilanda kebingungan, kebimbangan yang ku tak tahu kapan akan berakhir. Hari-hari ku lalui bagaikan kiamat kecil yang menyesakan dada, Otakku hanya teringat akan gelatik kecil yang selalu menari-nari dengan indah dalam alam pikiranku. Pipinya yang indah dengan warna putih yang elegan ditambah paruh kecil mungil merah muda bagitu serasi sangat indah dipandangan mataku ini entah jika dipandang dari puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan mata yang lain. Jujur saat ini kau lah yang paling indah dalam mata hatiku. Mungkin hal seperti ini pernah juga dirasakan jutaaan anak- cucu Adam yang lain.
Hari pertama terasa begitu indah saat pesan singkat lewat hp usang dibalas dengan kata-kata yang diukir dari jari-jari gelatik yang lentik. Bahagianya hatiku saat itu bak padang gesang yang ditumbuhi ribuan bunga berwarna-warni. Saat ku balas pesan singkatnya terbersit dalam pikirku apakah ia tahu siapa diriku ini, hanya seorang mahasiswa tolol, dekil, kotor, jelek, dan tak tahu malu, yang mungkin saja ia dipandang baik hanya dimata teman-teman setianya.
Hari-hari berikutnya terasa neraka bagiku, sang gelatik pujaan tak pernah membalas pesan singkatku. Padahal walaupun hanya satu kata balasannya sangat berharga sekali bagiku dan dapat menyirami kemarau panjang dalam hati. Kini seakan ia memberi jarak yang membentang denganku sama seperti burung-burung yang lain. Apakah ada yang salah dengan diriku? Apakah aku tidak diharapkan lagi? Atau jangan-jangan kini gelatik mungil sudah tahu siapa diriku? Yang hanya seekor pipit kotor yang kerjanya hanya mencuri butir-butir padi menguning disawah petani miskin, malang benar nasibku kawan! Mungkin juga sang gelatik mengharapkan rajawali gagah besar dan pemberani. Disini semuanya bercampur, membaur diantara kebimbangan, kebingungan, dan harapan seakan membawaku kedalam sebuah prahara besar bak bom atom sekutu yang dilesakan SEKUTU ke tanah Jepang yang membumi hanguskan hirosima dan Nagasaki atau seperti badai tsunami yang membantai, memporakporandakan tanah kelahiran saudara kita di bumi Nangro Aceh Darussalam. Mungkin juga seperti pasukan Pajajaran yang dibantai habis pasukan Majapahit dibawah panglima Gajah Mada saat hendak berbuat mulia untuk menikahkan bunga kerajaan Putri Diah Pitaloka dengan Raja Agung mereka Hayam wuruk. Entahlah yang pasti hancur……..hancur…………..hancur………. lebur………. kawan! Dan kini ekspektasi-ekspektasi yang kurajut dalam alam pikiranku musnah seiring bergulirnya waktu. Beruntung aku masih mempunayi sahabat karib yang selalu setia mendampingiku saat susah, duka dan senang terimakasih kawan…..hanya kata itu yang dapat kuucapkan tulus dari hati terdalam. “TERnyata untuk memiliki seseorang tak semudah memasukan sikulit bundar ke jala gawang” he……he………….
Tak apalah dari kisah ini kutemukan mutiara indah dalam hidup ini. Kini ku menyadari siapa diriku ini, manusia hanya berusaha semuanya berada ditangan Tuhan sang penguasa alam pana ini. Biarkanlah hanya sang waktu yang akan menjawabnya kawan…….! Walaupun memang benar keputusasaan hanya akan menjerumuskan kita kedalam keterpurukan yang tiada henti.
Siapakah dirimu?
Yang selalu mengganggu tidur nyenyakku
Mengganggu selera makanku
Mengganggu setiap hari-hariku
Kuharap kau jadi………
Embun pagiku
Matahariku dan……..
Dewi malamku
Yang kan slalu menghiasi hari-hariku kelak
lamer 22 mei 08
Lamer, 23 mei 2008
Lamer, sebuah kos-kosan yang penuh sejarah, kisah, dan kenangan yang ta’kan usang termakan waktu. Yang dihuni oleh para penyamun “kata seorang teman”.
Jam di hp usang yang sudah tidak sedap dipandang mata menunjukan pukul 05.00 WIB, selamat datang pagi yang indah. Udara menusuk tulang-tulang rusuk pemberian Tuhan yang paling berharga, karna darisana akan tercipta makhluk Tuhan yang akan menghiasi hari-hariku sampai aku dibawa berarak menuju liang lahat, menuju suatu keabadian yang indah.
Sudah empat hari ini aku dilanda kebingungan, kebimbangan yang ku tak tahu kapan akan berakhir. Hari-hari ku lalui bagaikan kiamat kecil yang menyesakan dada, Otakku hanya teringat akan gelatik kecil yang selalu menari-nari dengan indah dalam alam pikiranku. Pipinya yang indah dengan warna putih yang elegan ditambah paruh kecil mungil merah muda bagitu serasi sangat indah dipandangan mataku ini entah jika dipandang dari puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan mata yang lain. Jujur saat ini kau lah yang paling indah dalam mata hatiku. Mungkin hal seperti ini pernah juga dirasakan jutaaan anak- cucu Adam yang lain.
Hari pertama terasa begitu indah saat pesan singkat lewat hp usang dibalas dengan kata-kata yang diukir dari jari-jari gelatik yang lentik. Bahagianya hatiku saat itu bak padang gesang yang ditumbuhi ribuan bunga berwarna-warni. Saat ku balas pesan singkatnya terbersit dalam pikirku apakah ia tahu siapa diriku ini, hanya seorang mahasiswa tolol, dekil, kotor, jelek, dan tak tahu malu, yang mungkin saja ia dipandang baik hanya dimata teman-teman setianya.
Hari-hari berikutnya terasa neraka bagiku, sang gelatik pujaan tak pernah membalas pesan singkatku. Padahal walaupun hanya satu kata balasannya sangat berharga sekali bagiku dan dapat menyirami kemarau panjang dalam hati. Kini seakan ia memberi jarak yang membentang denganku sama seperti burung-burung yang lain. Apakah ada yang salah dengan diriku? Apakah aku tidak diharapkan lagi? Atau jangan-jangan kini gelatik mungil sudah tahu siapa diriku? Yang hanya seekor pipit kotor yang kerjanya hanya mencuri butir-butir padi menguning disawah petani miskin, malang benar nasibku kawan! Mungkin juga sang gelatik mengharapkan rajawali gagah besar dan pemberani. Disini semuanya bercampur, membaur diantara kebimbangan, kebingungan, dan harapan seakan membawaku kedalam sebuah prahara besar bak bom atom sekutu yang dilesakan SEKUTU ke tanah Jepang yang membumi hanguskan hirosima dan Nagasaki atau seperti badai tsunami yang membantai, memporakporandakan tanah kelahiran saudara kita di bumi Nangro Aceh Darussalam. Mungkin juga seperti pasukan Pajajaran yang dibantai habis pasukan Majapahit dibawah panglima Gajah Mada saat hendak berbuat mulia untuk menikahkan bunga kerajaan Putri Diah Pitaloka dengan Raja Agung mereka Hayam wuruk. Entahlah yang pasti hancur……..hancur…………..hancur………. lebur………. kawan! Dan kini ekspektasi-ekspektasi yang kurajut dalam alam pikiranku musnah seiring bergulirnya waktu. Beruntung aku masih mempunayi sahabat karib yang selalu setia mendampingiku saat susah, duka dan senang terimakasih kawan…..hanya kata itu yang dapat kuucapkan tulus dari hati terdalam. “TERnyata untuk memiliki seseorang tak semudah memasukan sikulit bundar ke jala gawang” he……he………….
Tak apalah dari kisah ini kutemukan mutiara indah dalam hidup ini. Kini ku menyadari siapa diriku ini, manusia hanya berusaha semuanya berada ditangan Tuhan sang penguasa alam pana ini. Biarkanlah hanya sang waktu yang akan menjawabnya kawan…….! Walaupun memang benar keputusasaan hanya akan menjerumuskan kita kedalam keterpurukan yang tiada henti.
“Kuharap gelatik indah tahu perasaan ku saat ini maafkan bila beberapa hari ini mengganggumu dengan hal yang tidak penting bagimu tetapi sangat berharga bagiku”
Siapakah dirimu?
Yang selalu mengganggu tidur nyenyakku
Mengganggu selera makanku
Mengganggu setiap hari-hariku
Kuharap kau jadi………
Embun pagiku
Matahariku dan……..
Dewi malamku
Yang kan slalu menghiasi hari-hariku kelak
lamer 22 mei 08
Hari ini suasana hati masih sama seperti hari-hari sebelumnya, Tuhan masih berkehendak lain belum sesuai dengan apa yang kuharapkan. Rasa putus asa semakin menjadi bahkan ingin kukubur saja dalam-dalam niat untuk mendapatkan gelatik pujaan dan kembali kepada kehidupanku yang dulu sebelum rasa ini datang.
Saat kurebahkan badan ini diatas kasur busa yang kusam, yang sudah setia menyertai ku selama empat tahun lamanya tiba-tiba hp ku bergetar seorang kawan memberi kabar bahwa gelatik pujaanku tak masuk kuliah karena sakit, tanpa pikir panjang walaupun penuh keragu-raguan ku beranikan diri untuk mengirimkan pesan singkat hanya sekedar untuk menanyakan keadaannya walaupun kutahu tak mungkin rasanya pesan singkat yang kukirim kali ini akan ia jawab . Jujur ku akui rasanya hati ini tersentuh mendengar berita tentang keadaannya, tapi siapakah dia? Dia hanya seorang dara yang selalu mengganggu fikiranku setiap saat, tidak lebih dari itu.
Menginjak sore menuju malam setelah adan magrib berlalu menuju isya setelah orang berlalu lalang bergantian mengambil wudhu dan bergiliran bersujud menghadap sang khalik, kulihat hp dekil satu-satunya yang kupunya ternyata ada satu pesan singkat. Saat kubuka pesan singkat terlihat pukul 18.43 ternyata sang gelatik membalas sms-ku, walaupun hanya dibalas dengan singkat “ ga papa ko, nyantai z” namum sanggat berarti sekali bagi diriku dan mampu membagkitkan semangat untuk mendapatkan cinta sang gelatik. Teringat akan seorang Matoolrazzi, kawanku yang menirukan pidato sang proklamator dengan mimik dan gayanya yang khas kata-katanya kurang lebih “jatuh……bangkit……jatuh……bangkit!” yang terus ia katakana secara berulang ulang. Sungguh ajaib dan bukan main girangnya hati ini tak tertahankan menumpahkan rasa senang yang terpendam selama beberapa hari sampai tubuh ini kubawa berjingkrak-jingkrak dihadapan teman-temanku yang ikut senang mendengar kabar itu. Mereka hanya tersenyum kecil mengejek tingkah aneh yang ku lakukan dua pesan singkat yang luar biasa sesingkat isinya.
Lamer, 23 mei 2008
Lumayan, itulah sekiranya kata yang tepat karena malam tadi tidurku nyenyak sampai adzan subuh tak kudengar menyapaku, jam sudah menunjukan pukul 08.30 saat ku terjaga. “Maafkan aku Tuhan berkali-kali ku langgar perintahmu”.
Pagi ini kusambut dengan semangat baru, saat kubuka pintu utama Lamer ternyata mentari mulai merangkak keatas dan siap memakan kulit siapa saja tanpa ampun dan pandang bulu. Hati siapa tak senang saat harapannya mulai terlihat dihadapan mata walau hanya sekedar titik hitam tak beraturan dan samar-samar yang akan menjadi seraut wajah dara manis yang tersipu berseri-seri.
Segelas kopi panas mnemaniku saat kutunggu Niko yang pergi kuliah sejak pagi tadi dengan harapan akan membawa kabar tentang si gelatik, sesuai janjinya yang dikatakan malam tadi. Waktu terus berlalu sambil kusibukan diriku dengan mencuci gelas-gelas kotor yang dipenuhi puntung rokok bekas kawanku tadi malam. Saat mendebarkan tiba ketika didepan pintu kulihat galih “litte angel” kepunyaan temanku tertawa kecil sambil menggoda mencolek tanganku, dengan suaranya yang khas berkata “ A dah aku salamin katanya salam balik” tersipu aku dibuatnya tersenyum malu-malu. Tak lama setelah itu muncul di depan pintu intel keduaku Niko, seraya berkata “ aduh wong kayanya si glatik tertutup orangnya sehingga aku sulit bertanya adanya”. Kali ini akupun tetap tersenyum walaupun kabar itu terasa menyesakan dada seakan aku berhenti bernafas seakan dunia menjadi gelap gulita. Tak apa kawan waktu masih panjang dan harapan masih terbentang, kataku.
Seganas tsunami, catrina, bahkan tornado sekalipun
Sebesar perang Bharatayudha dalam pewayangan
Selembut belaian angin pantai diterik panas
Jiwa-jiwa dibuat melayang-layang tak tentu arah
Menembus batas nirwana
Hati dibawanya ke alam surgawi
Penuh dengan warna-warni tulip Belanda yang indah
Baunya sewangi jasmine yang merekah indah dipelupuk mata
Jiwa-jiwa kan terus melayang seiring jalannya waktu
Terus menari, terpontang-panting dalam ketidak pastian
Menuju titik terang kebahagiaan abadi
Lamer, 24 mei 08
Terima kasih Tuhan atas semua yang kau berikan pada hambamu ini.
Thank to:
Kawan-kawan yang telah membantu terjadinya kisah ini
Galih: adikku tersayang, sahabatku, yang selalu bersedia mendengarkan ocehanku. Beruntung Tuhan mengenalkan kita lewat sahabatku yang kini menjadi mutiara hatimu. Moga langgeng do’a ku bersamamu.
Matoelrazzi: sosok yang satu ini tak usah diragukan lagi semangat dan rasa percaya dirinya, mungkin jika ada mata kuliah semangat dan rasa percaya diri layak kiranya ia mendapat nilai A+. celotehannya mampu membangkitkan semangat seekor singa yang baru ditinggal mati pasangannya bahkan tak jarang celotehannya meruntuhkan harapan yang sudah dibangun setinggi langit. Tak pernah perhitungan selalu mengerti keadaan kawannya. Maju terus kawan, “ hilang satu tumbuh seribu” do’aku bersamamu
Nick Marley: sosok sufi cinta dengan perawakan tinggi besar, entah ilhamnya datang dari mana? Yang pasti penasehat cinta unggulan “penyambung cinta kawan” pembangun semangat yang mempuni. Semoga cita-citamu menjadi little Budha dapat tercapai dan menemukan pujaan hatinya. Doaku bersamamu
Djay: lumayan “handsome” diakui bersertifikat MUI. Manusia penyabar yang kutemui diantara kawan-kawanku, dukunganmu sangat berati bagiku. Terus maju dan semangat “raihlah cita-citamu demi cinta” do’aku bersamamu.
Sahabat Lamer yang lain, mohon maaf tidak dapat kusebutkan namanya karena sahabat tidak tahu kisah ini. Tapi sahabat tetap kawan terbaikku. Do’aku bersamamu
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian. Amien
Pagi ini kusambut dengan semangat baru, saat kubuka pintu utama Lamer ternyata mentari mulai merangkak keatas dan siap memakan kulit siapa saja tanpa ampun dan pandang bulu. Hati siapa tak senang saat harapannya mulai terlihat dihadapan mata walau hanya sekedar titik hitam tak beraturan dan samar-samar yang akan menjadi seraut wajah dara manis yang tersipu berseri-seri.
Segelas kopi panas mnemaniku saat kutunggu Niko yang pergi kuliah sejak pagi tadi dengan harapan akan membawa kabar tentang si gelatik, sesuai janjinya yang dikatakan malam tadi. Waktu terus berlalu sambil kusibukan diriku dengan mencuci gelas-gelas kotor yang dipenuhi puntung rokok bekas kawanku tadi malam. Saat mendebarkan tiba ketika didepan pintu kulihat galih “litte angel” kepunyaan temanku tertawa kecil sambil menggoda mencolek tanganku, dengan suaranya yang khas berkata “ A dah aku salamin katanya salam balik” tersipu aku dibuatnya tersenyum malu-malu. Tak lama setelah itu muncul di depan pintu intel keduaku Niko, seraya berkata “ aduh wong kayanya si glatik tertutup orangnya sehingga aku sulit bertanya adanya”. Kali ini akupun tetap tersenyum walaupun kabar itu terasa menyesakan dada seakan aku berhenti bernafas seakan dunia menjadi gelap gulita. Tak apa kawan waktu masih panjang dan harapan masih terbentang, kataku.
Saat siang hari yang mulai menjemukan, kuberanikan diri utuk mengirim sms kepada si gelatik yang isinya hanya menanyakan kabar dan sedang apa? Sungguh basi sekali kata-kata itu karena akupun tak tahu harus berkata apa. Sebasi isi sms-ku sama basinya saat kutunggu jawaban sms darinya yang tak kunjung datang. Menunggu adalah satu hal yang paling membosankan dalam hidup. Berkali-kali kulihat hp-ku berkali kali pula kulihat tak ada sms yang diharapkan.
Badai AsmaraSeganas tsunami, catrina, bahkan tornado sekalipun
Sebesar perang Bharatayudha dalam pewayangan
Selembut belaian angin pantai diterik panas
Jiwa-jiwa dibuat melayang-layang tak tentu arah
Menembus batas nirwana
Hati dibawanya ke alam surgawi
Penuh dengan warna-warni tulip Belanda yang indah
Baunya sewangi jasmine yang merekah indah dipelupuk mata
Jiwa-jiwa kan terus melayang seiring jalannya waktu
Terus menari, terpontang-panting dalam ketidak pastian
Menuju titik terang kebahagiaan abadi
Lamer, 24 mei 08
Pagi ini adalah pagi yang kurang menyenangkan bagi sebagian orang khususnya kalangan masyarakat mnengah kebawah. Karena pada malam tadi pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan BBM. Apalah artinya berita apapun,perubahan apapun bagi oaring yang dimabuk cinta semuanya akan sama saja seperti sediakala yang ada dihati dan fikirannya hannya primadona hatinya. Benarkah?
Sabtu pagi ini suasana di lamer sama sepeti hari-hari lainnya tak ada yang berbeda, sama seperti anak kuliahan pada umumnya. Ada yang masih molor, ngerjain tugas kuliahnya, maen game, ngopi dan meroko diselingi lamunan-lamunan nanjauh melayang kemasa depan dan obrolan-obrolan yang tidak jauh beda dari hari kemarin.
Tak tarasa waktu berlalu, kini siang tlah berganti malam. Saat ini saat yang ditunggu para pasangan muda untuk menyalurkan hasrat rindu dan kangennya pada pujaan hatinya, namun sungguh saying mala mini cuaca agak kuarang bersahabat, gerimis turun sejak dari tadi sore. Keadaan yang sangat jauh berbeda dengan ku malam- malam yang akan ku lalaui ibarat seekor monster yang siap menerkam mangsanya dan memakannya bulat-bulat, sungguh menyedihkan
Seperti biasa aku masih menunggu sms balasan dari si gelatik, walaupun ku tahu tak akan ada balasan pesan yang kudapat, menyebalkan kawan! Tak ada kepastian yang ada hanya mengandai-andai dalam lamunan, tragis. Hanya candaan-candaan kecil kawan-kawanku yang menjadi penghibur. Yang kemudian mendatang sebuah ide dari seorang filsuf cinta yang tak jelas “ kenapa tak kau telpon saja, siapa tahu dia tidak punya pulsa sehingga tak membalas sms darimu!” kurang lebih kata-kata itu yang keluar dari mulutnya yang besar, dan rasanya kalau tidak punya pulnya rasanya tak mungkin, itulah yang muncul dalam fikiran. Sebuah ide yang memunculkan pertanyaan “ siapa yangkan menelponnya?”, jujur ku akui aku tak berani menelponnya secara langsung. Tanpa pikirpanjang kusuruh kawan yang mempunyai ide gila ini untuk menelponnya. Apa daya dua kali dihubungi tak ada reaksi si gelatik tak mau mengangkat telpon sampai yang ketiga kalinya iabaru mau berbicara dengan kawanku, walaupun obrolannya hanya kata-kata basi yang mungkin akan membuat muntah seorang wanita. Namun tak apa setidaknya mendengar suaranya yang lembuh dan menggairahkan jiwa telah mengobati rasa perih hatiku yang terbakar api asmara. Thank kawan! Ku harap hari esok kan lebih baik, perjuangan pun masih panjang.
Sabtu pagi ini suasana di lamer sama sepeti hari-hari lainnya tak ada yang berbeda, sama seperti anak kuliahan pada umumnya. Ada yang masih molor, ngerjain tugas kuliahnya, maen game, ngopi dan meroko diselingi lamunan-lamunan nanjauh melayang kemasa depan dan obrolan-obrolan yang tidak jauh beda dari hari kemarin.
Tak tarasa waktu berlalu, kini siang tlah berganti malam. Saat ini saat yang ditunggu para pasangan muda untuk menyalurkan hasrat rindu dan kangennya pada pujaan hatinya, namun sungguh saying mala mini cuaca agak kuarang bersahabat, gerimis turun sejak dari tadi sore. Keadaan yang sangat jauh berbeda dengan ku malam- malam yang akan ku lalaui ibarat seekor monster yang siap menerkam mangsanya dan memakannya bulat-bulat, sungguh menyedihkan
Seperti biasa aku masih menunggu sms balasan dari si gelatik, walaupun ku tahu tak akan ada balasan pesan yang kudapat, menyebalkan kawan! Tak ada kepastian yang ada hanya mengandai-andai dalam lamunan, tragis. Hanya candaan-candaan kecil kawan-kawanku yang menjadi penghibur. Yang kemudian mendatang sebuah ide dari seorang filsuf cinta yang tak jelas “ kenapa tak kau telpon saja, siapa tahu dia tidak punya pulsa sehingga tak membalas sms darimu!” kurang lebih kata-kata itu yang keluar dari mulutnya yang besar, dan rasanya kalau tidak punya pulnya rasanya tak mungkin, itulah yang muncul dalam fikiran. Sebuah ide yang memunculkan pertanyaan “ siapa yangkan menelponnya?”, jujur ku akui aku tak berani menelponnya secara langsung. Tanpa pikirpanjang kusuruh kawan yang mempunyai ide gila ini untuk menelponnya. Apa daya dua kali dihubungi tak ada reaksi si gelatik tak mau mengangkat telpon sampai yang ketiga kalinya iabaru mau berbicara dengan kawanku, walaupun obrolannya hanya kata-kata basi yang mungkin akan membuat muntah seorang wanita. Namun tak apa setidaknya mendengar suaranya yang lembuh dan menggairahkan jiwa telah mengobati rasa perih hatiku yang terbakar api asmara. Thank kawan! Ku harap hari esok kan lebih baik, perjuangan pun masih panjang.
Terima kasih Tuhan atas semua yang kau berikan pada hambamu ini.
Thank to:
Kawan-kawan yang telah membantu terjadinya kisah ini
Galih: adikku tersayang, sahabatku, yang selalu bersedia mendengarkan ocehanku. Beruntung Tuhan mengenalkan kita lewat sahabatku yang kini menjadi mutiara hatimu. Moga langgeng do’a ku bersamamu.
Matoelrazzi: sosok yang satu ini tak usah diragukan lagi semangat dan rasa percaya dirinya, mungkin jika ada mata kuliah semangat dan rasa percaya diri layak kiranya ia mendapat nilai A+. celotehannya mampu membangkitkan semangat seekor singa yang baru ditinggal mati pasangannya bahkan tak jarang celotehannya meruntuhkan harapan yang sudah dibangun setinggi langit. Tak pernah perhitungan selalu mengerti keadaan kawannya. Maju terus kawan, “ hilang satu tumbuh seribu” do’aku bersamamu
Nick Marley: sosok sufi cinta dengan perawakan tinggi besar, entah ilhamnya datang dari mana? Yang pasti penasehat cinta unggulan “penyambung cinta kawan” pembangun semangat yang mempuni. Semoga cita-citamu menjadi little Budha dapat tercapai dan menemukan pujaan hatinya. Doaku bersamamu
Djay: lumayan “handsome” diakui bersertifikat MUI. Manusia penyabar yang kutemui diantara kawan-kawanku, dukunganmu sangat berati bagiku. Terus maju dan semangat “raihlah cita-citamu demi cinta” do’aku bersamamu.
Sahabat Lamer yang lain, mohon maaf tidak dapat kusebutkan namanya karena sahabat tidak tahu kisah ini. Tapi sahabat tetap kawan terbaikku. Do’aku bersamamu
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian. Amien
**Tulisan ini adalah sebuah memoar dari makhluk Tuhan yang berperasaan. Penulis adalah rekan saya di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia Angkatan 2004. Bak Arjuna mencari cinta, kini ia sedang sibuk dalam berbagai kajian-kajian ilmiah tentang "perasaan dan cinta".
0 komentar:
Poskan Komentar