I. DASAR PEMIKIRAN
Kedudukan sejarah di tengah-tengah ilmu-ilmu lain seringkali diperdebatkan dan dipertentangkan, apakah sejarah termasuk ilmu Humaniora atau termasuk ilmu-ilmu sosial. Sebenarnya sejarah mempunyai kedudukan unik di dalam rumpun ilmu-ilmu sosial. Meskipun sejarah termasuk salah satu dari ilmu-ilmu sosial lainnya itu masih dapat dibedakan. Di samping itu perkembangan metodologi sejarah dewasa ini erat sekali hubungannya dengan usaha-usaha saling mendekatnya antara ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial lainnya.
Berangkat dari pernyataan di atas maka perlu di adakan sebuah kajian mengenai posisi sejarah dan fungsinya, terutama kaitannya dengan ilmu sosial lainnya. Adapun kajian tersebut nantinya akan lebih di arahkan kepada pembahasan menganai kedudukan sejarah sebagai salah satu ilmu sosial, persamaan maupun perbedaan dalam pendekatannya, bagaimana keduanya saling mendekati dalam apa yang disebut interdisiplin, serta bagaimana sejarah menggunakan konsep-konsep ilmu sosial, atau ilmu-ilmu sosial menggunakan konsep sejarah dalam metodenya.
Di sisi lain masih berkenaan dengan sejarah serta kaitannya dengan ilmu sosial, ada kebutuhan akan implementasi pembelajaran di sekolah, maka perlu juga sebuah kajian mengenai pembelajaran sejarah yang berhubungan dengan mata pelajaran sosial di sekolah.
Penyelenggaraan Seminar Nasional Sejarah dengan tema “Rapprochement Sejarah dengan Ilmu-ilmu Sosial” mudah-mudahan bisa membantu orang yang berkecimpung di bidang sejarah untuk lebih memahami permasalahan di atas. Disamping itu penyelenggaraan seminar ini pun merupakan wahana silaturahmi himpunan mahsiswa sejarah seluruh Indonesia.
Kedudukan sejarah di tengah-tengah ilmu-ilmu lain seringkali diperdebatkan dan dipertentangkan, apakah sejarah termasuk ilmu Humaniora atau termasuk ilmu-ilmu sosial. Sebenarnya sejarah mempunyai kedudukan unik di dalam rumpun ilmu-ilmu sosial. Meskipun sejarah termasuk salah satu dari ilmu-ilmu sosial lainnya itu masih dapat dibedakan. Di samping itu perkembangan metodologi sejarah dewasa ini erat sekali hubungannya dengan usaha-usaha saling mendekatnya antara ilmu sejarah dengan ilmu-ilmu sosial lainnya.
Berangkat dari pernyataan di atas maka perlu di adakan sebuah kajian mengenai posisi sejarah dan fungsinya, terutama kaitannya dengan ilmu sosial lainnya. Adapun kajian tersebut nantinya akan lebih di arahkan kepada pembahasan menganai kedudukan sejarah sebagai salah satu ilmu sosial, persamaan maupun perbedaan dalam pendekatannya, bagaimana keduanya saling mendekati dalam apa yang disebut interdisiplin, serta bagaimana sejarah menggunakan konsep-konsep ilmu sosial, atau ilmu-ilmu sosial menggunakan konsep sejarah dalam metodenya.
Di sisi lain masih berkenaan dengan sejarah serta kaitannya dengan ilmu sosial, ada kebutuhan akan implementasi pembelajaran di sekolah, maka perlu juga sebuah kajian mengenai pembelajaran sejarah yang berhubungan dengan mata pelajaran sosial di sekolah.
Penyelenggaraan Seminar Nasional Sejarah dengan tema “Rapprochement Sejarah dengan Ilmu-ilmu Sosial” mudah-mudahan bisa membantu orang yang berkecimpung di bidang sejarah untuk lebih memahami permasalahan di atas. Disamping itu penyelenggaraan seminar ini pun merupakan wahana silaturahmi himpunan mahsiswa sejarah seluruh Indonesia.
II. LANDASAN KEGIATAN
Penyelenggaraan kegiatan ini berlandaskan pada :
- Pancasila;
- Undang-undang Dasar 1945;
- Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional;
- Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 60 tahun 1999, tentang Pendidikan Tinggi;
- Surat Keputusan Mendiknas No. 115/U/1999, tentang pedoman umum organisasi kemahasiswaan di Perguruan Tinggi;
- Tri Dharma Perguruan Tinggi;
- Pedoman kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia;
- Program Kerja Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia periode 2007-2008.
III. MAKSUD DAN TUJUAN
- Memberikan pemahaman mengenai posisi sejarah dan fungsinya, terutama kaitannya dengan ilmu sosial lainnya;
- Memberikan gambaran implementasi pembelajaran sejarah dan mata pelajaran pengetahuan sosial di sekolah;
- sebagai wahana untuk memperluas wawasan keilmiahan dalam sejarah;
- Membangun wacana ilmiah di kalangan civitas akademika Pendidikan Sejarah di Indonesia;
- Memupuk dan mempererat rasa kekeluargaan antar sesama Mahasiswa Sejarah Se- Indonesia.
IV. NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah "Seminar IKAHIMSI".
V. TEMA KEGIATAN
Sesuai dengan hasil Rapat Kerja, kegiatan ini kami beri tema “Rapprochement Sejarah dengan Ilmu-ilmu Sosial”.
VI. BENTUK KEGIATAN
- Wilujeng Sumping dan pembukaanWilujeng sumping merupakan acara penyambutan kedatangan atau kegiatan keakraban antar peserta, antara panitia dan peserta, dan penjelasan umum mengenai kegiatan.
- Seminar Nasional IkahimsiSeminar nasional XIII Ikahimsi akan mengangkat tema “Rapprochement Sejarah dengan Ilmu-ilmu Sosial” yang dilaksanakan sebanyak dua sesi pada 7 April 2008 di Gedung Balai Pertemuan Universitas Pendidikan Indonesia. Adapun rincian tiap sesi adalah sebagai berikut
a. Pada sesi pertama akan dibahas mengenai bagaimana “Kedudukan sejarah dalam ilmu sosial dan Humaniora”.
b. Pada sesi kedua akan dibahas mengenai “Pengembangan pembelajaran sejarah dan mata pelajaran pengetahuan sosial lainnya”.
Seminar nasional Ikahimsi ini akan menghadirkan sejarawan dan pakar pendidikan antara lain Prof. Dr. Helius Syamsudin (UPI), Dr. Anhar Gonggong (Sejarawan), Prof. Dr. Said Hamid Hasan (UPI), Kepala Departemen Dinas Pendidikan Nasional. Seminar ini terbuka untuk umum, baik kalangan akademisi, mahasiswa umum, serta praktisi pendidikan. - Diskusi MahasiswaPresentasi makalah dari masing-masing peserta terpilih (3 peserta) untuk kemudian dibahas bersama berkaitan dengan tema Ikahimsi. Diskusi ini dilaksanakan pada 07 April 2008 bertempat di PKM UPI.
- Field TripKunjungan ke tempat-tempat bersejarah di seputar Bandung. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 08 April 2008.
- Pentas Seni dan BudayaMenampilakan kesenian khas daerah oleh perwakilan delegasi peserta tiap-tiap daerah serta menampilkan pula kesenian khas Jawa Barat.
- Lain-LainDi sela-sela acara, kepanitiaan juga menyelenggarakan kegiatan berupa bazar buku, Accesorries, dan malam keakraban.
VII. PESERTA KEGIATAN
Peserta Seminar Nasional XIII Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah Se-Indonesia (Ikahimsi) terdiri dari perwakilan mahasiswa sejarah seluruh Indonesia, mahasiswa umum, dan undangan. Peserta mendaftarkan diri kepada panitia paling lambat pada tanggal 21 Maret 2008, dan bisa langsung mendatangi kesekretariatan panitia Ikahimsi di Gd. Olah Raga UPI Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154, Contact person: 081320606324 (Irwan), 081804951507 (Rohmat). Atau via e-mail pada: ikahimsi08upi@gmail.com Informasi dapat pula ilihat secara on line pada http://www.ikahimsi08upi.page.tl/.
Uang pendaftaran sebesar Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan bisa dibayarkan pada saat pendaftaran di sekretariat atau via transfer pada rekening BNI Cabang Garut No. 0021900778 atas nama Novi Triyanti Nur Utami Setelah peserta melakukan transfer diharapkan dapat menghubungi panitia dan dimohon bukti transfer dibawa pada saat registrasi peserta.
Uang pendaftaran sebesar Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan bisa dibayarkan pada saat pendaftaran di sekretariat atau via transfer pada rekening BNI Cabang Garut No. 0021900778 atas nama Novi Triyanti Nur Utami Setelah peserta melakukan transfer diharapkan dapat menghubungi panitia dan dimohon bukti transfer dibawa pada saat registrasi peserta.
VIII. WAKTU DAN TEMPAT
Hari/Tanggal : Minggu-Rabu, 06-09 April 2008
Waktu : 07:00 WIB s/d selesai
Tempat : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
IX. SUSUNAN ACARA
Terlampir
X. ANGGARAN BIAYA
Terlampir
XI. SUSUNAN KEPANITIAAN
Terlampir
XII. LAIN-LAIN
Terlampir
XII. PENUTUP
Demikian rencana kegiatan ini kami buat dengan senantiasa mengharap ridho dari Allah SWT. Proposal ini disusun sebagai acuan dan gambaran umum tentang kegiatan Seminar Nasional XIII Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah Se-Indonesia (Ikahimsi) yang akan dilaksanakan.
Hal yang belum tercantum dalam proposal ini akan kami tentukan kemudian dengan kesepakatan seluruh pihak yang terkait.
Proposal ini dibuat dengan harapan semoga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan bantuan baik berupa sarana, prasarana, maupun peran serta dalam kegiatan ini.
Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa saran, prasarana, maupun peran serta. Semoga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
Bumi Siliwangi, 10 Desemberl 2007
Ketua Pelaksana, Sekretaris,
Irwan Saepuloh Rohmatul Fajri
NIM. 043840 NIM. 043398
Hal yang belum tercantum dalam proposal ini akan kami tentukan kemudian dengan kesepakatan seluruh pihak yang terkait.
Proposal ini dibuat dengan harapan semoga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan bantuan baik berupa sarana, prasarana, maupun peran serta dalam kegiatan ini.
Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa saran, prasarana, maupun peran serta. Semoga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
Bumi Siliwangi, 10 Desemberl 2007
Ketua Pelaksana, Sekretaris,
Irwan Saepuloh Rohmatul Fajri
NIM. 043840 NIM. 043398